Senyum Tulus Membuka Cahaya Hati, Kenali Manfaat Senyum dari Sisi Islam dan Biologis

Manfaat senyum menurut islam dan biologi
Manfaat senyum menurut islam dan biologi (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Siapa disini yang tidak pernah bersenyum? Semua orang pasti pernah melakukan amalan sedekah yang paling mudah ini. Tanpa disadari pula, pastinya kita sering memberikan senyum manis kita kepada orang lain.

Perlu kalian ketahui, senyum ini dapat bernilai ibadah. Dengan kita bersenyum kepada orang lain, itu sudah merupakan sedekah. Bahkan, Rasululloh SAW pun meminta kita agar selalu tersenyum kepada sesame, karena senyum itu shodaqoh.

Rasululloh SAW Bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيك صَدَقَةٌ

Artinya:  “Senyum manismu di hadapan saudaramu adalah shadaqah” (HR. Tirmidzi)

Senyum mempunyai arti yang besar dalam kehidupan. Dengan senyum, kita bisa menjaga hubungan yang baik dengan sesama. Senyum yang tulus, seringkali dikaitkan dengan inner beauty seseorang. Orang yang biasa tersenyum dengan tulus, inner beauty nya biasanya juga baik.

Dengan tersenyum bisa memancarkan cahaya hati kita. Orang yang biasanya tersenyum biasanya juga membawa aura yang positif bagi orang-orang yang ada disekitarnya. Selain itu, orang yang terbiasa tersenyum juga membuat orang-orang disekitarnya menjadi nyaman.

Selain yang disebutkan di atas, senyum mempunyai berbagai manfaat, diantaranya

  1. Memperbaiki suasana hati

Suasana hati seringkali berubah-ubah. Tidak ada yang bisa menebak mood seseorang. Akan tetapi, yang perlu kalian tau bahwa dengan senyuman, ternyata bisa memperbaiki suasana hati yang kita rasakan.

Mood kita yang awalnya jelek, bisa menjadi berubah ketika kita tersenyum. Senyuman itu bisa menjadi anti depresan alami, dimana akan merangsang hormon-hormon bahagia seperti dopamin dan serotonin untuk disekresikan. Akibatnya, kita menjadi senang.

  1. Meredakan stress
Baca Juga:  Ingin Hidup Tenang? Inilah Keutamaan dan Manfaat Sikap Memaafkan bagi Kesehatan Tubuh

Setiap orang pastinya merasakan stress. Stress ini tentunya akan sangat mengganggu suasana hati. Orang yang stress bawaannya terlihat murung. Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa senyum bisa menjadi antidepresan alami.

Percaya atau tidak, coba buktikan sendiri. Dikala kalian merasa stress dengan keadaan, sikapilah dengan tenang dan cobalah untuk selalu tersenyum. Walaupun tidak berpengaruh banyak, setidaknya bisa sedikit meredakan rasa tersebut.

  1. Senyum itu menular

Yang menular ternyata bukan hanya penyakit. Akan tetapi, senyum seseorang juga bisa menular. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, orang yang tersenyum bisa membawa aura yang positif bagi orang-orang disekitarnya. Banyak yang sudah membuktikan hal ini.

Orang yang awalnya tidak tersenyum bisa menjadi tersenyum dikala melihat orang lain tersenyum. Ini menandakan bahwa kita juga ikut bahagia dikala orang lain juga bahagia. Dengan hal tersebut, tanpa sengaja kita juga telah menebarkan kebaikan kepada sekitar, yaitu dengan mempengaruhi orang lain untuk tersenyum.

  1. Membantu menjadi lebih rileks

Terkadang seringkali kita merasa gundah gulana. Dengan tersenyum, ternyata bisa membuat kita menjadi lebih rileks.

Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa dengan tersenyum bisa merangsang sekresi dopamin dan serotonin yang nantinya juga akan mendorong sekresi pereda nyeri alami dalam tubuh, yaitu endorphin. Dengan disekresikannya hormon-hormon tersebut bisa membantu kita menjadi lebih rileks.

  1. Terlihat lebih muda
Baca Juga:  Berhati-Hati dalam Menjaga Hati dan Bertutur Kata

Selain menjadikan lebih menarik, ternyata senyum bisa membuat kita menjadi lebih muda. Dengan senyum, otot-otot yang ada di pipi akan terangkat, sehingga membuatnya menjadi tidak kaku.

Selain itu, sudah dijelaskan diatas juga bahwa senyum bisa meredakan stress. Dengan kita tidak stress, aura wajah akan tampak lebih ceria dan enak untuk dipandang mata.

Itulah beberapa manfaat dari adanya senyuman. Mulai sekarang, tersenyumlah. Karena dengan kamu tersenyum, bisa membuat diri dan orang lain merasakan manfaatnya. [] Mirzalul Umam

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post