Role Model Sosok Ayah dari Kisah Nabi Nuh A.S

Sosok Ayah Seperti Nabi Nuh
Gambar Ilustrasi Sosok Ayah Seperti Nabi Nuh (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Saat ini, Indonesia menduduki tiga besar fatherless country di dunia. Peran ayah hampir tidak ada dan tidak terlibat dalam pola pengasuhan anak.

Peran ayah sangat penting terutama dalam hal pendidikan. Sayyidina Umar bin Khattab ketika ditanya mengenai hak anak terhadap orang tuanya ada tiga : dipilihkan ibu yang baik; sebagaimana seorang kepala sekolah meilihkan guru-guru hebat untuk muridnya, diberi nama yang baik, diberi pendidikan yang baik.

Namun, ada juga problem yang mana orang tua telah mengupayakan ketiga hak anak tersebut untuk dipenuhi tapi belum tersampaikan dengan baik. Maka cara yang paling ampuh adalah dengan jalur langit, karena hidayah itu hanya berasal dari Allah Subhanahu wa ta’alaa.

Didalam perjuangan dakwah Nabi Nuh dalam kurun waktu 950 tahun, beliau mengungsung tiga hal pokok utama:

  1. Sembahlah Allah; sebagaimana tujuan penciptaan manusia yakni untuk beribadah kepada Allah
  2. Bertaqwalah; mengerjakan perintah dan menjauhi larangannya
  3. Taatlah kepadaku; karena beliau adalah utusan Allah yang otoritasnya adalah untuk menyampaikan risalah-Nya

Maka, ketiga hal ini yang semestinya menjadi pembelajaran yang utama bagi bapak di dunia tentang materi apa yang harus disampaikan kepada anak-anaknya mengenai tauhid atau mengesakan Allah.

Sebelum mengenalkan Allah hendaklah mengenalkan kekuasaan-Nya terlebih dahulu. Itupun sesuai dengan usianya.

Tahapan pengenalan inipun dimulai dengan hal-hal yang sederhana, ketika sang anak belum terlalu menyentuh logika bisa disampaikan dengan teladan orang tua, kata-kata yang ringan tapi mengena dan kata kata yang mudah diingat. Seperti mengajak anak tadabbur alam melihat ayat-ayat kauniyyah Allah.

Baca Juga:  Dibalik Makna Lagu Lir-Ilir Karya Sunan Kalijaga

Banyak hal-hal kecil yang dilakukan sang ayah yang akan memberikan dampak pada kebiasaan sang anak. Contohnya, seorang ayah yang tidak pernah melaksanakan sholat  maka sang anakpun akan mencontoh apa yang ayahnya kerjakan.

Untuk itu, perlu melakukan hal yang mendorong anak untuk melakukan sebuah kebiasaan dengan sebuah keteladaan. Contohnya, ketika adzan sudah berkumandang sang ayah tidak perlu menyuruh atau memaksa sang anak tapi segera ambil air wudhu dan bergegas berangkat ke Masjid. Insya Allah anakpun akan mencontoh hal-hal kecil seperti itu.

Telah dikisahkan bahwasannya nabi Nuh memiliki empat anak yang enggan beriman kepada Allah. Tapi, beliau tetap menyangi anaknya walaupun mereka menutupkan semua jari jarinya kedalam telinganya.

Bahkan beliau memiliki panggilan kesayangannya yaitu yaa bunayya (wahai anakku tersayang). Istrinya pun sama, dia tidak mau mengimani Allah. Dalam kisahnya dialah yang menyebarkan kabar kalau suaminya telah gila.

Memberikan teladan adalah sebuah keteladanan yang wajib dipraktekkan. Jangan sampai kita memiliki pemikiran bahwa, nabi Nuh adalah sosok yang hina karena istri dan anaknya saja tidak mengikutinya lantas kenapa kita? Yaa, perlu diingat bahwa hidayah itu milik Allah dan setiap insan hanya bisa berikhtiyar untuk mendapatkannya. [] Lailia Lutfi Fathin

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post