Paradigma Islam sebagai Ilmu Pengetahuan

Ilmu Pengetahuan
Islam dalam ilmu pengetahuan (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Ilmu dalam dunia Islam sudah mencapai kemajuan atau menciptakan peradaban karena Ilmu Pengetahuan mendapatkan apresiasi yang tinggi dari umat Islam. Kata Ilmu diambil dari bahasa Arab “ilm” yang berarti memahami, mengerti atau mengetahui.

Dalam kenyataan sejarah perkembangan Islam, proses belajar mengajar yang berlangsung dalam sejarah peradaban Islam telah menimbulkan perkembangan Ilmu.  Islam telah mengembangkan sebuah kesadaran yang tinggi mengenai kedudukan akal sebagai inti tradisi agama dan dalam mempertahankan sikap terhadap ilmu pengetahuan.

Di bawah pengaruh Islam. ilmu menempati kedudukan yang penting dalam ajaran islam, hal ini terlihat dari banyaknya ayat Al-Qur’an yang memandang orang berilmu dalam posisi yang tinggi dan mulia. Ayat-ayat tersebut, jelas merupakan sumber motivasi  bagi umat Islam untuk tidak pernah berhenti menuntut ilmu.

Oleh karena itu, ada keutamaan menuntut ilmu bagi orang yang mengerjakannya, karena hal tersebut merupakan amalan yang mulia, tentu juga terkandung adab menuntut ilmu yang harus dijaga agar ilmu yang didapat menjadi berkah dan bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain.

Ilmu pada hakikatnya berasal dari pengetahuan, namun sudah disusun secara sistematik dan diuji kebenarannya menurut metode ilmiah dan dan dinyatakan valid. Ilmu Al Qur’an seharusnya berperan menjadi pengarah landasan spiritual, moral dan akhlak mulia.

Ada dua cara memperoleh ilmu pengetahuan, yaitu Allah mengajar dengan pena yang telah diketahui oleh manusia lain sebelumnya dan Allah mengajar manusia tanpa pena yang belum diketahuinya.

Baca Juga:  Mengenal 2 Ulama Kharismatik Indonesia dan Pemikiranya dalam Dunia Islam

Cara pertama adalah mengajar dengan alat atau atas dasar usaha manusia dan cara kedua mengajar tanpa alat dan tanpa atas dasar usaha manusia yang disebut ilmu ladunni.

Dunia islam, menuntut ilmu pengetahuan merupakan suatu kewajiban dimana ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira yaitu ‘iqra’ atau bacalah.

Terdapat inti kandungan pesan didalamnya bahwa ilmu pengetahuan hendaklah mendapat tempat yang tinggi bagi orang-orang muslim.

Ada beberapa keutamaan menuntut ilmu dalam Al Qur’an, yaitu :

  1. “… Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang – orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..” (QS. Al-Mujadalah ayat 11);
  2. “.. Dan mereka berkata : “ Sekiranya kamu mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) nicaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”. (QS. Al-Mulk ayat 10);
  3. “.. Allah menganugerahkan al-himah (kepahaman yang didalam tentang Al-Qur’an dan As Sinnah) kepada siapa yang dikendaki-Nya dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dienugerahi karunia yang banyak dan hanya orang-orang yang barakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)”. (QS. Al-Baqarah ayat 296).

Dengan itu , Islam sebagai pedoman dan arahan hidup manusia termasuk pedoman dalam mencari, mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Ilmu yang berasal dari pikiran manusia disebut acruided knowledge yang sifatnya berubah, berkembang terus menerus selaras dengan pemikiran manusia dan masyarakat. [] Suci Afnia

Baca Juga:  Perlakuan Terhadap Orang yang Meninggal Syahid dalam Islam

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post