Rayakan HUT RI Ke-78, Pesantren Riset Al-Muhtada Menggelar Festival Kemerdekaan

Ahad (20/08/2023) Pesantren Riset Al-Muhtada menyelenggarakan Festival Kemerdekaan. Acara ini diikuti oleh seluruh mahasantri dan alumni Pesantren Riset Al-Muhtada, serta mahasiswa UIN Salatiga yang sedang dalam masa PPL.

Acara dimulai pukul 07.00 yang diawali dengan apel pagi. Apel pagi tersebut dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu nasional Hari Merdeka. Seluruh mahasantri ikut menyanyikan dengan penuh semangat yang membara, menunjukkan tanda antusiasme yang luar biasa untuk mengikuti rangkaian acara festival kemerdekaan hingga akhir.

Lagu nasional dinyanyikan sebagai bentuk penghargaan jasa para pahlawan dalam mewujudkan Kemerdekaan Indonesia. Sampai kapanpun jasa para pahlawan tidak akan pernah terlupakan. Seperti yang telah diketahui bahwa Indonesia sudah mencapai kemerdekaan hingga saat ini tepat berusia 78 tahun. Terbilang cukup lama pahlawan-pahlawan kemerdekaan telah meninggalkan kita semua.

Selain menyanyikan lagu nasional, apel juga diisi dengan sambutan oleh ketua pelaksana dan wakil presiden Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada. Sambutan disampaikan dengan baik sekaligus guna membuka acara. Meskipun digelar dengan sederhana, acara ini sangat meriah. Hal ini terlihat dari antusias seluruh mahasantri maupun alumni dalam mengikuti Festival Kemerdekaan.

Setelah  apel selesai, seluruh mahasantri mengadakan makan pagi atau sarapan bersama. Makan pagi bersama dilaksanakan sebagai bentuk persaudaraan antar sesama mahasantri agar momen ini selalu dikenang sampai kapanpun. Tidak lain pula, makan bersama diadakan untuk memastikan seluruh peserta festival telah menerima asupan sebagai sumber energi dalam melakukan aktivitas pagi itu.

Baca Juga:  Kematian: Sebuah Perjalanan yang Tak Terhindarkan

Tidak berhenti d isitu, Festival Kemerdekaan ini dikonsep dengan sedemikian rupa hingga berbagai macam lomba yang menarik antusias seluruh mahasantri dapat diadakan.

Terdapat 5 jenis lomba yang diperlombakan, diantaranya:

  1. Lomba estafet kardus
  2. Lomba estafet air
  3. Lomba estafet karet
  4. Lomba estafet sarung
  5. Tebak gaya

Kelima lomba tersebut dilombakan secara tim yang terpisah antara tim putra dan tim putri. Seluruh tim sangat antusias dalam mengikuti setiap perlombaan. Tim putri terdiri dari 8 tim, sedangkan tim putra terdiri dari 3 tim.

Seluruh tim berlomba-lomba menunjukkan yang terbaik dalam mengikuti setiap perlombaan. Bahkan tidak tanggung-tanggung ada beberapa tim yang membuat jargon untuk penyemangat anggotanya. Inilah yang membuat setiap tim saling bersorak saat mengikuti lomba.

Salah satu lomba yang menarik perhatian adalah tebak gaya. Pada perlombaan tebak gaya, setiap tim mengirimkan 5 perwakilan anggota. Tim Tim kemudian membentuk barisan horizontal dengan tidak saling berhadapan. Kemudian, panitia memberikan kata yang perlu ditebak kepada anggota pertama paling belakang. Anggota pertama selanjutnya memperagakan gaya yang menunjukkan kata tersebut kepada pemain kedua, dan seterusnya hingga pemain terakhir. Pemain terakhir inilah yang bertugas untuk menebak kata yang diberikan dengan benar. Perlombaan ini menciptakan gelak tawa karena terdapat anggota tim yang memperaragakan gaya dengan lucu.

Selain itu, lomba estafet sarung, air, karet, sarung juga menyita banyak perhatian. Estafet air membuat seluruh peserta kebasahan karena bermain air, sedangkan lomba estafet karet mencoreng muka peserta akibat karet yang dilumuri tepung. Lomba estafet sarung dan estafet kardus juga tak kalah menarik, banyak peserta yang tertawa akibat sarung yang menyangkut.

Baca Juga:  PENARIKAN TIM PPL PRODI ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR FAKULTAS USHULUDDIN IAIN SALATIGA DI PESANTREN RISET AL-MUHTADA

Sebagai bentuk apresiasi seluruh peserta, Festival Kemerdekaan ini memberikan penghargaan kepada peserta melalui juara 1 kategori putra dan putri, serta juara umum.

Festival Kemerdekaan Tahun 2023 menjadi momen yang sangat berharga bagi seluruh mahasantri dan alumni Pesantren Riset Al-Muhtada. Hal tersebut karena Festival Kemerdekaan ini juga menjadi sarana mahasantri dalam mengenal satu sama lain sehingga terjalin hubungan yang harmonis. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana berkumpul yang menyenangkan disamping pertemuan mahasantri yang kebanyakan hanya dapat terlaksana ketika ta’lim.

Reporter: Eka Diyanti

Editor: Azkia Shofani Aulia

Related Posts

Latest Post