Kita Tidak Bisa Mengubah Dunia Hanya dengan Satu Riset, Short Course Metodologi Riset untuk Santri oleh Pesantren Riset Al-Muhtada x Populi Center

Short Course Metodologi Riset Tingkat Nasional Untuk Santri merupakan kegiatan yang diselenggarakan Pesantren Riset Al-Muhtada bersama Populi Center dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional yang bertujuan untuk medorong tumbuhnya semangat peneliti muda dikalangan santri. Short course dibagi ke dalam 4 kali pertemuan dengan keseluruhan topik berkaitan dengan penelitian.

Sabtu, 30 Oktober 2021 tibalah pada pertemuan yang keempat atau terakhir pada rangkaian kegiatan Short Course Metodologi Riset Tingkat Nasional untuk Santri ini.

Pada pertemuan kali ini, acara dipandu oleh Lestaantun yang merupakan Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada sebagai Master Of Ceremony dan Dwi Wisnu Kurniawan S.H. yang merupakan mentor Pesantren Riset Al-Muhtada sebagai moderator. Adapun materi disampaikan oleh narasumber yang sangat luar biasa yaitu Dr. dr. Hardisman, MHID, Ph. D . selaku Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Beliau menyampaikan materi kelanjutan dari pemateri sebelumnya yakni Bapak Afrimadona berhubungan dengan pembahasan mengenai penelitian kuantitatif. Bapak Hardisman menerangkan materi dengan judul “Pengenalan Analisis Data dan Jenis Penelitian Kuantitatif”. Adapun ruang lingkup diskusi yang beliau sampaikan meliputi:

  1. Mengenal kembali sifat penelitian ilmiah.
  2. Keterkaitan rumusan masalah, tujuan penelitian, konsep , pengukuran variabel dan analisis data.
  3. Pengenalan singkat jenis penelitian.

Selanjutnya diberikan waktu untuk sesi diskusi dengan peserta tentang materi yang telah narasumber sampaikan. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh peserta bernama Gema Aditya Mahendra, yaitu: “Dalam suatu penelitian, ada banyak novelty dari yang diangkat dari satu topik penelitian entah dari segi substansi, segi metode, segi bahan baku, segi sasaran/manfaat, dan seterusnya. Tapi di sisi lain, banyaknya novelty yang diangkat terkadang membuat topik penelitian menjadi tidak fokus. Sedangkan sedikitnya novelty yang diangkat terkadang membuat penelitian terkesan “tidak novelty”. Kira-kira bagaimana menyelaraskan ini pak? terima kasih 🙏”.

Baca Juga:  Gandeng Komunitas Pemuda, Tim Pemberdayaan UIN Gus Dur Pekalongan Rintis Kampung Literasi di Desa Tegalsari

Menanggapi pertanyaan tersebut, narasumber menjawab dengan mengutip kata-kata dari profesornya dulu saat menempuh pendidikan di luar negeri yakni :

Kita Tidak Bisa Mengubah Dunia dengan Riset

Dilanjutkan dengan jawaban “Kita hanya perlu memfokuskan penelitian kita, dengan tujuan yang mana masalah tersebut memang belum ada jawabannya. Disitulah nilai novelty berada. Sehingga kita tidak perlu khawatir mengenai novelty, sedikit tidak apa asal mampu menjawab permasalahan”.

Output yang diharapkan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah partisipan dapat memahami materi yang disampaikan dan memiliki skill metodologi penelitian, oleh karena itu narasumber memberikan penugasan seputar materi yang disampaikan tadi. Penugasan yang diberikan oleh setiap pembicara untuk dikerjakan peserta merupakan salah satu syarat kelulusan peserta.

Demikianlah rangkaian acara Short Course Metodologi Riset Tingkat Nasional untuk Santri. Terima kasih untuk seluruh narasumber yang telah menyempatkan waktu dan berbagi ilmu serta para pesera yang konsisten mengikuti kegiatan ini dengan baik. Semoga ilmu yang diperoleh dapat mendatangkan manfaat baik bagi diri kita maupun orang lain.

Reporter : Tia Rosalita (Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada)

Editor : Azkia Shofani Aulia (Mahasnatri Pesantren Riset Al-Muhtada)

Related Posts

Latest Post